🔥 TERKINI
Home » Batam » Polisi Ungkap Peristiwa Penemuan Mayat Kaki Terikat di Jembatan IV Barelang

Polisi Ungkap Peristiwa Penemuan Mayat Kaki Terikat di Jembatan IV Barelang

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Mayat pria dengan kondisi kaki terikat (foto/ist)

BATAM, RMNEWS.ID – Tim Penyidik Polsek Galang mengungkapkan peristiwa penemuan mayat di Batam, tepatnya dekat Jembatan IV Barelang pada Senin (16/12) sore. Pria tersebut ditemukan tewas dengan kondisi kaki terikat.

Penemuan mayat di Batam berjenis kelamin laki-laki itu teridentifikasi bernama Tjin Pin alias Effedy (44). Ia lahir di Matang Suri, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), 20 Desember 1979.

Di Batam, ia bekerja sebagai wiraswasta dan tinggal di Perumahan Permata Laguna, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

ADVERTISEMENT

Kondisi kaki terikat, memunculkan dugaan awal bahwa ia menjadi korban tindak pidana.

Kapolsek Galang, Iptu Alex Yasral menegaskan jika penemuan mayat di Batam itu murni tindakan korban untuk mengakhiri hidup.

“Ditemukan Senin sore ya sekira pukul 15.00 WIB. Berdasarkan olah TKP, kemudian keterangan keluarga, dan hasil pemeriksaan tak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban memang sengaja mengakhiri hidupnya. Dugaan pembunuhan tidak terbukti,” ungkapnya, Selasa (17/12/2024)

Alex menjelaskan dari keterangan keluarga korban, diketahui Effendy memiliki riwayat masalah pribadi dan penyakit berkepanjangan.

Kondisi tersebut diduga membuat korban depresi hingga nekat mengakhiri hidupnya.

“Karena ada motor korban yang ditinggal diatas Jembatan. Makanya keluarga korban ini melaporkan ke kami pada Minggu (15/12/2024) bahwa korban meninggalkan rumah hingga kini belum pulang,” ungkap Alex.

Keluarga korban menyebut Effendy pergi keluar rumah sejak Sabtu (14/12/2024) malam, hingga Minggu sore tak kunjung pulang.

“Dan tali yang diikat dikakinya itu, tali yang dibawa dari rumah, adik korban yang cerita,” tambahnya.

Alex melanjutkan keluarga korban menyebut Effendy sudah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri.

“Kalau dari keterangan adiknya, memang sudah beberapa kali abangnya ini mencoba bunuh diri. Saat kami tawarkan untuk autopsi mereka juga enggan untuk melakukannya,” kata Alex.

Penemuan jasad ini berawal dari nelayan yang tengah melaut dan menemukan jasad Effendy terapung di tengah laut.

Warga segera melapor ke pihak berwajib, dan polisi langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau bekas perlawanan di tubuh korban.

Editor: Andika
Sumber: Tribun

ADVERTISEMENT
RMNEWS